Berita EKB

Lomba Menggambar Museum Brantas Jombang 2026 Dimeriahkan Komunitas Pelukis Jombang

Gelaran Pasar Brantas pada Minggu, 24 Mei 2026 terasa spesial karena Museum Brantas Jombang menyelenggarakan Lomba Museum Brantas Jombang Tahun 2026. Lomba ini adalah lomba tahunan yang diadakan di Pasar Brantas dan dapat diikuti oleh anak-anak usia SD/ MI/ sederajat baik dari Kabupaten Jombang maupun daerah lain.

Dalam lomba ini, tercatat peserta yang mendaftar sejumlah 42 orang dan yang datang saat hari-H mencapai 22 peserta. Mereka tidak hanya dari Kabupaten Jombang tapi juga ada peserta yang datang dari Kota Surabaya. Tema lomba tahun ini adalah “Bahagia Tinggal di Desa: Maju Pembangunannya, Sejahtera Warganya”.

Peserta diperkenankan dan diharapkan untuk berkreasi sebaik mungkin terkait dengan tema lomba. Dalam lomba yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut, ada beberapa kriteria penilaian yakni meliputi aspek keindahan dan kreativitas (40%), kerapihan (30%), dan kombinasi warna (30%). Selama lomba berlangsung, peserta terlihat sangat tekun dalam menggoreskan pensil di atas kertas gambar serta memberikan aneka warna yang menarik.

Dihibur Dhagelan dan Musik Tradisional Opyak

Para pengunjung Pasar Brantas pagi itu dihibur oleh hiburan dhagelan dari grup dhagelan Kembang Anggrek (Kempal Bareng, Ayo Ngguyu Rek). Grup yang pagi itu digawangi oleh Mas Jaka, Mbak Fitri, Mbak Dillah, dan Mas Johar, membawa lakon “Lomba Menggambar”. Inti cerita adalah adanya lomba menggambar yang ditujukan untuk anak-anak usia SD/ MI/ sederajat namun ternyata ada dua orang – usia dewasa yang datang dan meminta/ memaksa ikut serta. Satu orang perempuan klaim bahwa poster lomba sebelumnya menyatakan lomba ini terbuka untuk semua umur. Sedang satu orang laki-laki termakan informasi “opo jare” karena yang bersangkutan dapat info dari mulut ke mulut, sedang dirinya sendiri tidak dapat membaca. Mereka mengancam jika tidak diperbolehkan ikut, maka ada yang lapor polisi dan ada yang minta semua  biaya transportasi dll-nya harus panitia ganti. Karena menghindari keriwehan, akhirnya panitia membolehkan mereka berdua untuk ikut serta. Dhagelan yang berlangsung 30 menit tersebut berhasil membuat peserta terhibur dan tertawa. Selain itu juga tampil grup musik tradisional opyak. Beberapa lagu dinyanyikan baik lagu bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia.

Hadirnya Teman-Teman Komunitas Pelukis Jombang (Kopijo)

Pagi itu berlangsung lebih meriah dan spesial karena belasan teman-teman dari Komunitas Pelukis Jombang (Kopijo). Komunitas Pelukis Jombang adalah komunitas yang beranggotakan ratusan orang yang memang memiliki ketertarikan dalam dunia lukis melukis – berbagai aliran seni lukis. Sebagai komunitas, kegiatan mereka banyak sekali mulai dari live painting di lokasi tertentu sampai mengadakan pameran. Mereka datang ke Pasar Brantas dan berkegiatan melukis langsung (live painting) apa yang mereka lihat di lokasi. Selain melakukan live panting, mereka juga membawa karya lukis mereka baik itu lukisan tokoh-tokoh nasional termasuk yang dari Jombang, lukisan pemandangan alam dll.

Di akhir, ternyata kami diberikan “hadiah” berupa 3 lukisan hasil live painting mereka. Matur suwun sekali. Semua lukisannya apik-apik. Tentu kami akan simpan dan gunakan/ pamerkan di berbagai kesempatan.

Selain itu, Kopijo juga membantu melakukan penilaian karya peserta. Setelah melalui penjurian yang ketat, objektif, dan adil, maka berikut ini adalah juara Lomba Menggambar Museum Brantas Jombang Tahun 2026:

Juara 1: Mikhayla Bellvania A.

Juara 2: M. Fathir Azzam A.

Juara 3: Ibnaty Zahira Machrus

Juara Harapan 1: M. Azka Irham Atsany

Juara Harapan 2: Fahdina Hilda Hannaya

Juara Harapan 3: Mesyach Rachma A

Juara 1, 2, dan 3 mendapat hadiah berupa piala, piagam, suvenir, dan uang tunai. Sedang juara harapan mendapat hadiah piagam, suvenir, dan merchandise dari sponsor Resik Rek. Seluruh peserta mendapat sertifikat cetak atau fisik.

Ekosistem Kreatif Brantas mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak telah mendukung terselenggaranya Pasar Brantas edisi Mei 2026 ini baik itu panitia, pedagang, pengunjung, seluruh peserta Lomba Museum Brantas Jombang, sponsor, dan tentunya teman-teman dari Kopijo. Semoga penyelenggaan ini bisa memberikan manfaat dan jadi berkah bagi banyak orang. Sampai jumpa dalam penyelenggaraan Pasar Brantas berikutnya. Matur suwun.

Ekosistem Kreatif Brantas (EKB) adalah inisiatif pembangunan wilayah pedesaan yang berada di bawah naungan Yayasan Salasika Indonesia. EKB berfokus pada pelestarian lingkungan, pelestarian seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *