Hari Perdamaian Dunia 2026

Latar Belakang
Setiap tanggal 21 September selalu diperingati hari perdamaian dunia yang bermula pada tahun 1981 dan dideklarasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan untuk memperkuat cita-cita perdamaian, menghentikan kekerasan, dan menyerukan gencatan senjata global selama 24 jam. Peradaban manusia memang tidak dipisahkan dari adanya konflik sosial dan konflik bersenjata atau perang yang terjadi di berbagai daerah, dari waktu ke waktu. Bahkan keberadaan perang saat ini masih terjadi dan menjadi headline pemberitaan di berbagai media massa. Secara historis, perbedaan ideologi, perebutan kekuasaan baik itu penguasaan atas wilayah atau sumber daya tertentu biasanya menjadi akar masalah dari peperangan tersebut. Bahkan beberapa pihak sudah memprediksi bahwa peperangan ke depannya akan lebih banyak didasari karena perebutan sumber daya penting seperti bahan bakar dan energi, air, lahan dan pangan, serta mineral dan logam mulia. Jika dikaitkan dengan sudut pandang lainnya, keberadaan lingkungan menjadi sangat penting untuk memastikan lingkungan memiliki daya dukung dan daya tampung yang bisa memenuhi secara selaras kebutuhan dan keberadaan manusia. Jika tidak, maka potensi konflik dan peperangan bisa terjadi.
Sebagai Bangsa Indonesia, di tengah kondisi bangsa kita yang beragam, kita sudah dididik akan nilai-nilai dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, bahwa kita hidup dalam lingkungan sosial yang heterogen namun tetap disatukan dalam satu semangat dan kerukunan kebangsaan. Semangat ini yang juga kemudian mendorong kita semua merasa memiliki Indonesia dan membangunnya secara gotong royong. Kondisi Indonesia sendiri relatif stabil walau di beberapa daerah kadang masih terjadi konflik horizontal. Sebagai negara kepulauan dengan lanskap alam yang beragam, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, semakin berkurangnya sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui, ancaman naiknya permukaan air laut, perubahan cuaca dan iklim, polusi dalam berbagai bentuk, dan bahkan yang paling mendasar adalah rendahnya kesadaran berlingkungan bagi sebagian masyarakat. Fenomena ini tentu menjadi keprihatinan bersama, di saat dokumen ini ditulis misalnya di berbagai daerah terjadi kebakaran misalnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera yang memicu bencana asap dan bencana kemanusiaan.
Momen peringatan hari perdamaian dunia ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk merefleksikan berbagai hal, dalam konteks ini adalah keberadaan lingkungan serta hubungan antar makhluk hidup yang menjadi salah satu enabler atau pemungkin dari perdamaian itu sendiri. Di tengah pesimisme komunal, kita patut bersyukur karena di kalangan akar rumput telah lama lahir dan bergerak berbagai initisiatif yang bersendikan nilai dan semangat toleransi dan pelestarian lingkungan. Gerakan-gerakan ini yang sudah seharusnya, tidak hanya perlu diakui keberadaannya namun juga didukung, diapresiasi, dan diamplifikasi agar dampak yang dihasilkan bisa lebih besar dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Atas pertimbangan ini pula, acara bersama atau communal event bertajuk Malam Refleksi Hari Perdamaian Dunia Tahun 2026: Merawat Ekologi, Merawat Perdamaian ini akan diadakan.
Acara perdana pada tahun 2026 ini diharapkan menjadi bibit atau cikal bakal acara yang rutin diadakan setahun sekali serta dapat direplikasikan oleh berbagai pihak yang lebih luas. Acara perdana ini akan di-host oleh Ekosistem Kreatif Brantas dan Komunitas Inklusi Sosial dan Perdamaian untuk Indonesia.
Tujuan
- Menjadi wadah bersama bagi lintas organisasi dan komunitas dalam memperingati hari perdamaian dunia dalam konteks ekologi dan pelestarian lingkungan
- Menjadi wadah tukar informasi dan pembelajaran atas berbagai inisiatif gerakan yang telah, sedang, atau akan berjalan
- Menjadi wadah penyaluran ekspresi seni, budaya, dan kreatifitas antar organisasi dan komunitas
- Menjadi penguat dan pemungkin potensi kolaborasi antar organisasi dan komunitas
Keluaran/ Output
- Pemahaman bersama akan pentingnya ekologi sebagai salah satu syarat pemungkin perdamaian
- Pertukaran informasi, pemahaman, dan pengalaman akan gerakan berbasis ekologi antar peserta
- Lahirnya dan terdorongnya potensi kolaborasi berbasis ekologi lintas pihak antar peserta
Waktu dan Tempat
Sabtu malam Minggu, 19 September 2026
18.00 WIB – selesai
@ Museum Brantas Jombang
Dusun Ngogri, Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Catatan: acara akan dihentikan sementara ketika ada adzan isya dan sholat isya
Peserta
Peserta adalah bersifat undangan dari berbagai organisasi atau komunitas yang sebelumnya sudah dipetakan. Sifat undangan ini dikarenakan kapasitas venue acara yang terbatas. Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Jombang namun kabupaten dan kota lain di Provinsi Jawa Timur.
Kolaborator
Kolaborator adalah organisasi atau komunitas yang ikut serta berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini dalam satu atau beberapa bentuk berikut:
- Menjadi tuan rumah atau host acara
- Menjadi pengisi acara misalnya narator, pemberi sambutan, MC, atau pengisi/ penampil seni budaya, fasilitator
- Menyumbangkan konten berupa narasi, foto, video, atau bentuk lainnya
- Menyumbangkan atau meminjamkan logistik dan perlengkapan
- Membantu penyebaran berita dan narasi acara ini baik sebelum, saat, maupun sesudah acara berlangsung
- Memberi dukungan berupa finansial yang digunakan sepenuhnya untuk acara
- Menjadi panitia pelaksanaan acara
Mata Acara & Rundown
Adapun untuk acara utama akan terdiri dari beberapa giat berikut:
- Orasi ekologi
- Jandoman ekologi
- Unjuk seni budaya
- Larung pelita
- Pameran lukisan mini
- Pameran buku mini
- Lainnya
Adapun rundown akan di-update lebih lanjut
Alur Partisipasi Acara
- Peserta datang ke venue acara
- Peserta parkir di lokasi yang telah ditentukan – jika membawa kendaraan sendiri
- Peserta isi daftar hadir secara mandiri à lewat scan QR code
- Peserta ambil merchandise secara mandiri à stiker dan bookmark atau pembatas buku masing-masing 1 per peserta
- Peserta duduk dan ikut acara
Media Sosial
Instagram: @ekologiuntukperdamaian
Youtube: @ekologiuntukperdamaian
E-mail: ekologiuntukperdamaian@gmail.com
Kontak Lebih Lanjut
Untuk detail informasi dan pertanyaan lebih lanjut, silahkan kontak:
- Ekosistem Kreatif Brantas: 0859 5469 8351
- Komunitas Inklusi Sosial dan Perdamaian untuk Indonesia: 0811 307 159