Berita EKB
-
Brantas Shuttle Car Diluncurkan, Hubungkan Daya Tarik Wisata di Megaluh Raya
Ekosistem Kreatif Bratas kembali membuat terobosan inovasi dengan meluncurkan Brantas Shuttle Car. Ini adalah moda transportasi hasil modifikasi yang dibuat untuk memfasilitasi berbagai kegiatan dari ekosistem kreatif ini juga tentunya untuk menjadi moda transportasi penghubung atau connector atas berbagai daya tarik pariwisata di Megaluh Raya. Mobil ini berkapasitas 7 orang penumpang termasuk supir, berupa bak terbuka dilengkapi dengan atap sehingga pengalaman menaiki mobil ini akan berbeda naik mobil-mobil pada umumnya. “Inspirasi pembuatan mobil ini kami dapatkan ketika kami melakukan kunjungan studi banding pengelolaan pariwisata di Kecamatan Trowulan, Mojokerto di awal tahun ini. Saat itu kami berkesempatan keliling beberapa lokasi situs bersejarah Trowulan dengan naik Satria Antawulan yang dikelola oleh para…
-
Ekosistem Kreatif Brantas dalam Beberapa Pemberitaan
Adanya publikasi membuat inisiatif Ekosistem Pasar Brantas baik itu Pasar Brantas, Museum Bratas Jombang, maupun berbagai grup seni budaya Njombangan bisa dikenal oleh masyarakat lebih luas. Pemberitaan ini baik yang melalui media massa cetak, media massa online atau yang dibantu oleh teman-teman content creator dan influencer. Adapun beberapa pemberitaan dalam bentuk artikel di media massa online antara lain sebagai berikut: Hormati Sungai Brantas, Komunitas di Jombang Ini Gelar Upacara Ranu Ayu 30 Juni 2025 Sinergi Gapoktan Desa Ngogri Jombang dengan Ekosistem Kreatif Brantas, Gelar Syukuran Wiwit Panen 20 April 2025 Ekosistem Kreatit Brantas Jombang Luncurkan BSC, Dukung Konektivitas Pariwisata di Megaluh Raya 7 April 2025 Plt Camat Megaluh Jombang Kunjungi…
-
Ekosistem Kreatif Brantas Gelar Pameran Virtual Bertajuk “Imaji Bebas Anak-Anak DAS Brantas”
Halo Rek! Senang rasanya saya bisa menyapa teman-teman semua dan bersilaturahmi lewat tulisan ini. Apakah teman-teman sudah melihat sungai hari ini? Jika ya, apa yang kalian rasakan? Sungai memegang peran penting dalam siklus air, keberadaanya menjadi saluran berkah yang menyebarkan air dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Tidak hanya sebagai sumber pengairan untuk pertanian atau kebutuhan rumah tangga, sungai juga memiliki fungsi lainnya seperti ekologi, ekonomi, edukasi, bahkan rekreasi. Sungai Brantas adalah satu dari ribuan sungai yang ada di Indonesia. Sungai ini adalah sungai yang legendaris karena keberadaannya bahkan tercatat dalam berbagai prasasti berbagai kerajaan misalnya prasasti zaman Majapahit, salah satunya Prasasti Canggu. Prasasti dalam bentuk lempeng tembaga itu bermasa…
-
Momen Berbagi dalam Gayeng Nang Museum Spesial Ramadhan 1446 H
Halo Rek! Pada jum’at sore, 27 Maret 2025 Museum Brantas Jombang kembali menggelar acara Gayeng Nang Museum. Ini adalah gelaran serupa yang ketiga kalinya. Gayeng Nang Museum adalah acara rangkaian pertunjukan seni budaya yang dari grup seni budaya Njombangan. Acara ini bertujuan untuk memberikan waktu dan tempat bagi para pegiat seni budaya untuk mengekspresikan karya dan antusiasmenya. Selain itu tentunya adalah untuk memupuk kesetiakawanan sosial terutama bagi keluarga besar Ekosistem Kreatif Brantas dan masyarakat di sekitar Museum Brantas Jombang. Pada penyelenggaraan acara di Ramadhan 1446 H, cuaca dari siang mendung lantas hujan. Panitia sempat khawatir bahwa acara akan dibatalkan atau setidaknya dijadwalkan ulang. Padahal aneka makanan dan minuman sudah dipesan…
-
Semarak Ramadhan 1446 H di Pasar Brantas
Halo Rek! Teman-teman semua, semoga Ramadhan tahun ini memberi banyak keberkahan untuk kita semua. Dalam rangka menyemarakkan bulan suci ini, keluarga besar Ekosistem Kreatif Brantas menggelar berbagai kegiatan seru. Kegiata ini tentunya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kohesi sosial antara masyarakat, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berlomba dan menyalurkan bakat, serta memberikan apresiasi atau penghargaan kepada sesama sebagai wujud rasa syukur atas segala berkat dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian acara pertama tentunya adalah Pasar Brantas edisi Ramadhan 1446 H. Pasar Brantas kali ini diadakan 2 kali yakni pada 9 Maret dan 23 Maret 2025. Pada penyelenggaraan pertama, diadakan lomba tartil Al Qur’an yang dimana hampir 50…
-
Dukung Pengembangan Megaluh Raya, Grup Opyak Adem Ayem Ciptakan Lagu “Mlaku-Mlaku Nang Megaluh”
Halo Rek! Semoga kabarnya selalu baik dan sehat. Pasca kunjungan dari Plt Camat Megaluh beberapa waktu lalu, keluarga besar Ekosistem Kreatif Brantas menyambut baik rencana dari Pemerintah Kecamatan untuk mewujudkan interkoneksi pengembangan pariwisata, seni, dan budaya yang ada di Kecamatan Megaluh. Kecamatan Megaluh adalah kecamatan di sisi barat Kabupaten Jombang yang terdiri dari 13 desa yakni Kedung Rejo, Pacarpeluk, Sumberagung, Dukungarum, Balonggemek, Sidomulyo, Ngogri, Sudimoro, Sumbersari, Megaluh, Balongsari, Gongseng, dan Turipinggir. Faktanya memang Kecamatan Megaluh memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Potensi alam seperti aliran Sungai Brantas dan beberapa sungai kecil lainnya serta hamparan sawah dataran rendah yang menjadi landskap alam paling dominan di kecamatan ini.…
-
Plt Camat Megaluh Kunjungi Pasar Brantas, Dukung Interkoneksi Pariwisata di Megaluh Raya
Plt Camat Megaluh, Bapak Nurdin Purwoko, beserta jajaran melakukan kunjungan ke Pasar Brantas pada Minggu, 26 Januari 2025. Pasar Brantas yang berada di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang adalah pasar tematik sebulan sekali yang sudah berjalan 2 tahun dan bertujuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar, wadah promosi seni budaya, dan wadah penggalangan kepedulian lingkungan khususnya Sungai Brantas. Selama kunjungan, Bapak Camat melakukan dialog dengan warga, menyaksikan dan mencoba berbagai tampilan seni budaya seperti karawitan, gejok lesung, dan dhagelan serta berkunjung ke Museum Brantas Jombang yang ada di desa itu. “Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan dukungan Bapak Camat beserta jajaran. Kami berharap geliat wisata, seni, dan budaya di desa…
-
Rea-Reo Museum Brantas Jombang Sebagai Upaya Studi Tiru Pengelolaan Museum
Halo Rek! Ekosistem Kreatif Jombang melalui Museum Brantas Jombang menyelenggarakan kegiatan Rea-Reo Museum Brantas Jombang yang mengusung tagline Yo Mlaku-Mlaku, Yo Sinau. Acara ini adalah kegiatan studi tiru pengelolaan museum yang dilakukan dengan kunjungan ke Museum Potehi Gudo di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang dan Pusat Informasi Majapahit yang ada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Acara ini diadakan pada Minggu, 5 Januari 2025 dan diikuti oleh sekitar 7 orang tim Pengelola Museum Brantas Jombang. Museum Brantas Jombang adalah museum yang berbasis masyarakat sehingga pengelolaannya juga perlu terus ditingkatkan dari berbagai segi. Terlebih museum ini baru berdiri pada September 2024 yang lalu. Kunjungan pertama dilakukan di Museum Potehi Gudo. Potehi adalah boneka…
-
Makin Malam Makin Gayeng di Acara Gayeng Nang Museum Edisi II Akhir Tahun 2024
Halo Rek! Masih ingat kan dengan acara Gayeng Nang Museum? Acara ini diadakan Ekosistem Kreatif Brantas di Museum Brantas Jombang. Acara penampilan seni budaya yang diadakan di Museum Brantas Jombang dengan tujuan untuk promosi dan pelestarian seni budaya serta mempererat tali persaudaraan antar warga dan keluarga Ekosistem Kreatif Brantas. Acara di akhir tahun ini diadakan pada Senin, 30 Desember 2024 pada malam hari. Ini adalah kedua kalinya acara serupa diadakan setelah yang pertama diadakan sebagai rangkaian pembukaan Museum Brantas Jombang beberapa bulan lalu. Acara ini dimulai dengan adanya penampilan dan hiburan karawitan. Berbagai lagu-lagu bahasa Jawa dinyanyikan dan menghidupkan suasana malam itu. Acara dilanjut dengan berbagai sambutan dari Mas Johar…
-
Acara Basuh Kaki di Peringatan Hari Ibu Pasar Brantas Desember 2024
Rek! Pada Desember 2024 lalu, Ekosistem Kreatif Brantas mengadakan berbagai acara menarik yakni di Pasar Brantas dan di Museum Brantas Jombang. Di Pasar Brantas hari Minggu, 29 Desember 2024, diadakan acara peringatan hari ibu. Hari ibu awalnya adalah hari dirayakannya semangat wanita Indonesia dalam berbangsa dan bernegara dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 oleh Presiden Soekarno. Pada pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang diselenggarakan pada 22 hingga 25 Desember 1928, hari ibu ini dirayakan. Namun saat ini perayaan hari ibu agak berubah yakni sebagai momen untuk menyatakan rasa cinta dan sayang terhadap ibu. Di peringatan hari ibu ini, biasanya anak-anak memberikan ucapan…























