Berita EKB

Wayang Brantas Tampil dalam Jambore PAUD Kecamatan Megaluh

Wayang Brantas yang dikembangkan Ekosistem Kreatif Brantas berkesempatan tampil dalam acara. Acara ini diadakan pada Kamis, 30 April 2026 dan bertempat di Pendopo Kecamatan Megaluh. Acara ini adalah acara Jambore PAUD Kecamatan Megaluh Tahun 2026: Pengukuhan Bunda dan Pokja PAUD Desa se-Kecamatan Megaluh. Adapun desa-desa tersebut adalah Desa Gongseng, Balongsari, Turipinggir, Megaluh, Sumbersari, Sudimoro, Ngogri, Sumberagung, Dukuharum, Sidomulyo, Pacarpeluk, Kedungrejo, dan Balonggemek. Rangkaian acara selain acara seremonial dan pengukuhan Pokja dan Bunda PAUD, juga ada agenda bermain tradisional bersama anak-anak serta pameran produk UMKM dari seluruh Kecamatan Megaluh.

Adapun anggota Wayang Brantas yang ikut hadir antara lain Mas Jaka, Cak Toso, Mas Yoyok, Mbak Ifa, Mbak Dilah, dan Mbak Nadia. Pada kesempatan ini, Wayang Brantas membawakan lakon “Alamnya Dinikmati, Main Hp-Nya Dikurangi” yang mana berikut ceritanya:

Ada satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan 2 anak. Seperti halnya yang saat ini banyak terjadi, kedua anak ini juga terlihat ketagihan dengan handphone/ hp. Sehari-hari mereka menghabiskan waktu menggunakan handphone untuk bermain games, atau sekedar akses media sosial seperti youtube. Kedua anak ini memang sulit diberi tahu oleh kedua orang tuanya. Mereka juga lebih sering rewel bahkan menangis jika dilarang untuk bermain hp.

Karena terlalu sering dan lama bermain hp, kedua anak ini akhirnya jarang bermain di luar rumah dan bermain lainnya misalnya permainan tradisional, permainan berbasis motorik. Akhirnya kejadian yang tidak diinginkan terjadi, salah satu anak mengalami iritasi mata yang lumayan parah. Akhirnya kedua orang tua tersebut membawanya ke pak dokter. Selain itu mereka juga akhirnya minta nasehat ke Cak Besut tentang bagaimana cara mengurangi ketagihan penggunaan hp ini.

Cak Besut memberikan banyak saran termasuk pembatasan akses, waktu akses hp, dan tips lainnya termasuk lebih sering mengajak anak-anak untuk bermain ke luar rumah atau alam bebas. Akhirnya, kedua orang tua tersebut sering mengajak anak-anaknya main ke luar rumah yakni kea lam sekitar termasuk Kali Brantas. Mereka diajak belajar flora dan fauna yang ada di sekitarnya. Beberapa seperti ikan, burung, dan nyambik. Anak-anak menjadi senang dan akhirnya ketagihan akan hp berkurang.

Pementasan dibuka dengan lagu “jago kluruk” yang diikuti dengan pentas inti dan ditutup dengan lagu “lir ilir”. Sayang karena keterbatasan waktu, sesi games akhirnya dibatalkan. “Kami senang bisa ikut menampilkan wayang kreasi Wayang Brantas dalam acara ini. Kami percaya bahwa narasi dan cerita yang dikemas menarik dengan menggunakan wayang bisa jadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan untuk masyarakat.” Ujar Slamet Santoso, salah satu anggota Wayang Brantas.

Lebih Dekat dengan Wayang Brantas

Wayang adalah salah satu seni budaya luhur yang jika ditarik sejarah konon bermula dari tradisi wayang beber zaman Kerajaan Majapahit. Wayang kemudian berkembang ke berbagai daerah lain dengan penggunaan media yang makin beragam baik itu kulit, kayu, atau lainnya. Wayang selama ini menjadi tontonan sekaligus tuntunan karena di tiap pementasannya selalu membawa cerita dengan nilai-nilai nasehat atau pitutur.

Wayang Brantas adalah wayang kreasi yang dikembangkan di Desa Ngogri, Kecamatan Megaluh, Jombang, Jawa Timur. Wayang Brantas terbuat dari limbah kayu. dan merupakan bagian dari Ekosistem Pasar Brantas. Nama Brantas sendiri diambil karena Desa Ngogri merupakan desa di tepian Sungai Brantas dimana sungai ini memegang peran penting bagi kehidupan di desa dand aerah sekitarnya.

Kharakter atau tokoh-tokohnya adalah warga pedesaan seperti petani, guru, ustadz, dan ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, kharakter lainnya juga berupa tumbuh-tumbuhan atau flora, hewan atau fauna bahkan bangsa makhluk halus seperti pocong dan wewe gombel. Adapun lakon yang diangkat adalah cerita kehidupan sehari-hari warga desa.

Penampilan wayang ini akan diiringi oleh musik tradisional opyak lengkap dengan sindennya. Adanya Wayang Brantas ini diharapkan makin memperkaya khasanah seni dan budaya khususnya di pedesaan tepian Sungai Brantas. Serta tentunya membawa kemanfaatan bagi masyarakat di sekitarnya.

Ekosistem Kreatif Brantas mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk tampil dalam acara ini. Juga tentunya untuk seluruh anggota Wayang Brantas yang sudah ikut serta dalam persiapan dan penampilan di Jambore PAUD Kecamatan Megaluh Tahun 2026: Pengukuhan Bunda dan Pokja PAUD Desa se-Kecamatan Megaluh. Mari terus lestarikan seni, budaya, dan tradisi Indonesia seperti wayang ini. Matur suwun.

Ekosistem Kreatif Brantas (EKB) adalah inisiatif pembangunan wilayah pedesaan yang berada di bawah naungan Yayasan Salasika Indonesia. EKB berfokus pada pelestarian lingkungan, pelestarian seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *